IMAN KEPADA MALAIKAT

Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami ta`at”. (Mereka berdo`a): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”. [QS. Al-Baqarah: 285]

Iman kepada malaikat merupakan rukun yang kedua dalam rukun iman. Hal ini mewajibkan ummat Islam untuk beriman bahwa malaikat itu ada dengan segala sifat dan perbuatan mereka.

Malaikat ini jumlahnya sangat-sangat banyak sekali. Namun malaikat-malaikat utama yang harus kita imani ada sepuluh.

1. Jibril, malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para Nabi. Para malaikat yang bertugas menyampaikan ilham kepada manusia, jin dan hewan berada di bawah kepemimpinannya. Bahkan di antara malaikat yang sepuluh, malaikat Jibril adalah yang paling mulya. Beliau adalah Ar-Ruhul Qudus yang telah membimbing dan menguatkan Nabi Isa dalam menjalankan tugas kenabian. Jibril pula yang menyampaikan firman kepada Nabi Muhammad dan mengajari beliau SAW. Dan Jibril tidak pernah ‘salah alamat’.

Sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi (Allah) Yang mempunyai ‘Arsy, yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. [QS. At-Taqwir: 19-21]

2. Mikail, malaikat yang mengurus rizqi semua makhluq Allah.

3. Ridwan, malaikat penjaga surga.

4. Malik, malaikat penjaga neraka. Beliau membawahi banyak malaikat yang bermuka garang.

Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mu’min itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): “Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?” Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia. [QS. Al-Muddatstsir: 31]

5. Raqib, malaikat pencatat amal baik.

6. ‘Atid, malaikat pencatat amal buruk.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. [QS. Qaaf: 16-18]

7. & 8. Munkar & Nakir, para malaikat yang menyoal di alam qubur.

9. Izrail, malaikat pencabut nyawa. Beliau juga punya bawahan yang sangat banyak.

Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya. [QS Al-An’am: 61]

10. Israfil, malaikat peniup sangkakala tanda kiamat dan berbangkit.

Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). [QS. Az-Zumar (39): 68]

Selain sepuluh malaikat-malaikat utama, ada malaikat-malaikat lain yang juga mempunyai tugas. Di antara mereka ada yang terus berdzikir, ada yang terus beristighfar, ada yang menghadiri majelis-majelis ilmu dan dzikir, dll.

Di antara sifat-sifat malaikat adalah:

1. Beraqal tetapi tidak mempunyai nafsu, sehingga malaikat selalu taat kepada Allah dan tidak pernah ingkar. Malaikat tidak membutuhkan makan, tidak pula tidur. Tidak berjenis kelamin. Mereka bertambah dengan diciptakan. Mereka selalu beribadah kepada Allah.

Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. [QS. An-Najm: 6]

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya lah mereka bersujud. [QS. Al-A’raf: 206]

Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka). [QS. An-Nahl: 50]

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [QS. At-Tahrim: 6]

Berbeda dengan iman Kristen yang mengatakan bahwa malaikat itu mempunyai nafsu. Sehingga dikenal dalam ajaran Kristen ada para malaikat yang terjatuh. Malaikat-malaikat yang jatuh dalam dosa ini disebut malaikat Iblis, karena mereka mengikut kepada Iblis. Jadi, dalam ajaran Kristen, bukan hanya Allah yang mempunyai malaikat, Iblis pun punya.

Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. [Matius 25:41]

Padahal Iblis/Lucifer/Azazil bukanlah malaikat. Tetapi jin yang awalnya sangat taat kepada Allah hingga diangkat kedudukannya menyamai malaikat. Ketika Azazil membangkang dan berubah menjadi Iblis, tidak ada malaikat yang mengikutinya. Pengikut Iblis adalah anak-anaknya, yaitu para syaithan, dan juga jin lainnya dan manusia yang kafir kepada Allah.

2. Jasadnya tercipta dari cahaya/nur yang sangat halus sehingga tak tampak oleh mata biasa.

Dari Aisyah r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Malaikat diciptkan dari cahaya, jin diciptakan dari api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diceritakan pada kamu (tanah).” [HR. Muslim]

Dari Abi Hurairah Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah laut yang hanya Allah Ta’ala sendiri yang mengetahui ukurannya. Di tepi laut itu terdapat satu malaikat, mempunyai tujuh puluh ribu sayap. Apabila ada seorang hamba yang membaca: “Subhaanallooh (Maha Suci Allah)” maka malaikat itu berdiri, apabila dia membaca: “Alhamdulillaah (Segala puji bagi Allah)” maka malaikat membuka semua sayapnya, apabila dia membaca: “Wa laa ilaaha illallooh (Dan tidak ada ilah selain Allah)” maka malaikat itu terbang, kalau dia membaca: “Walloohu akbar (Dan Allah Mahabesar)” maka malaikat itu menceburkan dirinya ke dalam laut, kalau dia membaca: “Wa laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim (Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung)” maka malaikat itu keluar dari laut serta mengibas-ngibaskan sayapnya sehingga bertetesanlah dari tiap-tiap sayap itu tujuh puluh ribu tetesan cahaya, maka Allah Ta’ala menciptakan tiap tetesan cahaya itu menjadi satu malaikat, maka semuanya bertasbih, bertahlil dan memohonkan ampunan untuk orang yang membacanya sampai hari kiamat.”

3. Dapat berubah bentuk, terkadang menyerupai laki-laki yang sangat tampan dan dapat dilihat manusia dalam bentuk seperti itu. Namun malaikat tak dapat dilihat dalam wujud aslinya kecuali oleh para Nabi yang diizinkan oleh Allah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. katanya: “Pada suatu hari, ketika Rasulullah saw berada bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki kemudian bertanya kepada baginda: ‘Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksudkan dengan Iman?’ …. (Hadits ini cukup panjang, yaitu mengenai iman, Islam, ihsan, dan tanda kiamat) Kemudian lelaki tersebut pergi dari situ. Rasulullah saw terus bersabda kepada sahabatnya: ‘Coba panggil orang itu kembali.’ Lalu para sahabat berkejar ke arah lelaki tersebut untuk memanggilnya kembali tetapi mereka dapati lelaki tersebut telah hilang. Lantas Rasulullah saw bersabda: ‘Lelaki tadi ialah Jibril a.s. Kedatangannya adalah untuk mengajar manusia tentang agama mereka.’ [HR. Bukhari Muslim]

Allah telah berfirman di surat At-Takwiir ayat 23, “Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.” Dan surat An-Najm ayat 13, “Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.” Lalu A’isyah berkata, “Aku orang pertama dari umat ini yang bertanya kepada Rasulullah tentang ayat di atas, maka Rasulullah saw. menjawab, ‘Sesungguhnya dia adalah malaikat Jibril.’ Rasul tidak melihatnya dalam bentuk aslinya, kecuali dua kali. Rasul melihatnya pertama kali di saat Malaikat Jibril turun ke bumi dan sayapnya menutupi antara langit dan bumi.” (lihat Tafsir Ibnu Katsir, juz 4 halaman 251-252).

Namun ada makhluq-makhluq tertentu yang dapat melihat cahaya malaikat, misalnya ayam. Bahkan ayam dapat mendengar suara orang yang mengalami siksaan di alam qubur.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Jika kamu mendengar suara ayam jago, maka mintalah kepada Allah sebagian dari karunianya, karena ayam jago itu melihat malaikat; dan bila kamu mendengar suara ringkik keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari setan karena ia melihat setan.” [HR. Bukhari dan Muslim]

4. Malaikat mempunyai sayap.

Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS. Fathir: 1]

5. Malaikat mendoakan manusia.

Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.” [QS. Huud: 73]

Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. [QS. Al-Ahzab: 43]

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. [QS. Al-Ahzab: 56]

Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atasnya (karena kebesaran Tuhan), dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Tuhannya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [QS. Asy-Syuuraa: 5]

6. Sebagaimana dikatakan dalam ayat-ayat sebelumnya, jumlah malaikat itu sangat banyak. Tidak ada yang mengetahui jumlahnya kecuali Allah.

 

http://artikelislami.wordpress.com/2009/07/21/iman-kepada-malaikat/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s